5 Standar yang Perlu Dipersiapkkan PTS untuk Meningkatkan Akreditasi

5 Standar yang Perlu Dipersiapkan PTS untuk Meningkatkan Akreditasi

Blog.Gamatechno.com – PTS atau Perguruan Tinggi Swasta merupakan salah satu institusi pendidikan di Indonesia yang masih dipandang sebelah mata. Hal ini terjadi karena sebagian besar PTS masih memiliki akreditasi yang rendah atau bahkan ada yang belum terakreditasi BAN-PT. Standar penilaian akreditasi memang menunjukkan kualitas dari sebuah lembaga pendidikan. Tentu saja akreditasi sangat penting bagi lulusan di perguruan tinggi yang bersangkutan karena menyangkut kepentingan melamar pekerjaan di suatu perusahaan yang mewajibkan calon karyawan berasal dari institusi yang sudah terakreditasi. Lalu bagaimana PTS bisa meningkatkan penilaian akreditasi?

5 Standar yang Perlu Dipersiapkan PTS untuk Meningkatkan Akreditasi

  • Standar Kurikulum

Kurikulum yang belum standar dan dianggap belum siap dari sebuah PTS sering menjadi salah satu faktor rendahnya penilaian akreditasi. Pemerintah bahkan sempat menghimbau beberapa PTS baru agar tidak terlalu mengedepankan keuntungan saja, namun sebagai lembaga pendidikan harus tetap memprioritaskan kualitas kurikulum yang diajarkan agar menghasilkan lulusan yang berkompeten. Poin penilaian dari standar kurikulum mencakup pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen program pengembangan ekstra, konseling dan kompetensi dasar apakah sudah sesuai dengan tujuan institusi atau menyimpang. Sehingga interaksi selama proses belajar mengajar, dokumen silabus mata kuliah dan standar penilaian kampus perlu disiapkan dengan matang saat ada visitasi dari BAN-PT.

  • Standar Sumber Daya Manusia

Sulitnya menembus hasil penilaian akreditasi A dari suatu PTS adalah karena masih rendahnya kualitas sumber daya manusia atau tenaga pendidikan. Misalnya PTS merekrut dosen dengan keahlian IT, namun justru mengajar matematika. Inilah yang sering disalah gunakan dari PTS karena merekrut tenaga yang tidak sesuai dengan keahliannya. Demi meningkatkan akreditasi, PTS harus mempersiapkan tenaga-tenaga yang handal misalnya hanya merekrut pegawai dengan minimal pengalaman mengajar selama 3 tahun dan pendidikan minimal S2. Tentu saja SK pengangkatan akan mempengaruhi poin penilaian standar sumber daya manusia. Selain itu, PTS juga masih mengalami kendala dalam hal penyediaan guru besar. PTS masih sulit untuk mendapatkan tenaga pendidikan yang bergelar profesor untuk memenuhi syarat meraih poin A.

  • Standar Sarana dan Prasarana

Tidak hanya kualitas sumber daya saja yang menjadi tolak ukur penilaian akreditasi, namun sarana dan prasarana institusi tidak luput dari poin penilaian. Sarana meliputi peralatan pendukung kegiatan belajar mengajar seperti ketersediaan fasilitas komputer, akses internet dan lainnya. Sedangkan prasarana mencakup kualitas dan kuantitas gedung seperti ketersediaan ruang kelas, fasilitas laboratorium, ada tidaknya perpustakaan dan prasarana lain yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar. Sayangnya beberapa PTS masih kurang memenuhi dalam hal menyediakan sarana dan prasarana yang layak dalam kegiatan perkuliahan. Oleh karena itu, PTS bisa mempersiapkan beberapa hal terkait standar ini seperti meningkatkan ketersediaan fasilitas laboratorium komputer, perpustakaan yang layak, ruang kelas dengan maksimal 30-35 mahasiswa dan fasilitas lainnya yang berkaitan dengan jurusan di kampus.

  • Standar Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Masih ingat dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi? Ini juga masuk dalam kategori penilaian akreditasi. Sebuah perguruan tinggi harus dapat mencetak tenaga kerja dosen yang tidak hanya handal dalam hal mengajar saja namun juga dalam kajian penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. PTS perlu mempersiapkan dosen-dosen berkualitas yang dapat menulis minimal satu judul penelitian setiap tahunnya dan ikut andil dalam pengabdian kepada masyarakat. Semakin banyak PTS menciptakan dosen yang profesional, poin akreditasi pun akan semakin meningkat.

  • Standar Pengelolaan Kampus

Untuk persiapan yang kelima ini, PTS dapat meningkatkan kredibilitas kampus melalui sistem pengelolaan institusi yang sudah profesional. Tidak lagi menggunakan cara-cara pengelolaan konvensional, PTS harus bisa memaksimalkan penggunaan teknologi informasi dalam mengelola kampus. Misalnya dengan menerapkan sistem registrasi mahasiswa secara online, membuat database kampus yang saling terintegrasi antar sub bagian, absensi dengan sidik jari dan penerapan-penerapan lainnya. Dengan cara ini, profesionalitas sebuah PTS dapat diakui dan bisa meningkatkan penilaian akreditasi.

Baca juga Pentingnya Memiliki Sistem Manajemen Kampus yang Baik

Demikian beberapa hal yang perlu dipersiapkan PTS untuk meningkatkan akreditasi kampus. Perlu diketahui, akreditasi adalah bentuk penilaian suatu lembaga pendidikan yang akan berpengaruh terhadap kualitas lulusan. Sehingga ketika sudah waktunya mendapatkan visitasi dari BAN-PT, sebaiknya PTS mempersiapkan minimal 5 standar diatas dengan baik guna meningkatkan poin dalam penilaian akreditasi.

Leave a comment