5 Tips Jaga Karyawan Semangat Untuk Bekerja

5 Tips Jaga Karyawan Semangat Untuk Bekerja

Blog.gamatechno.com – Tekanan pekerjaan era ini begitu besar. Di satu sisi setiap orang dituntut untuk terus berinovasi, tetapi di sisi lain mereka juga harus bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Dua hal yang seolah saling bertentangan ini pada akhirnya bisa menimbulkan kejenuhan kalau tidak bisa ditangani dengan baik.

Dengan tuntutan yang ada pula, muncul gerakan yang menyatakan bahwa menjaga karyawan supaya semangat, bahagia, sehingga tetap produktif adalah suatu keharusan bagi perusahaan. Ketika karyawan loyal dan merasa betah bekerja, keuntungan yang akan diperoleh perusahaan pun ikut naik. Begitu pun sebaliknya.

Hal yang perlu diperhatikan, menciptakan atmosfer semangat ini memerlukan sinergi yang baik dari semua pihak dalam perusahaan. Oleh karena itu, berikut Gamatechno rangkumkan 5 tips supaya karyawan semangat dan betah bekerja di kantor.

1. Jadilah pemimpin yang baik

Ini tidak hanya berlaku untuk pemimpin perusahaan, tetapi juga pemimpin di divisi-divisi yang lebih kecil. Seorang pemimpin yang baik adalah yang mengatur dengan cermat target yang diharapkan bisa dicapai oleh karyawannya. Termasuk paham apa saja yang harus dipenuhi, kapan tenggat waktu, dan poin-poin penting lainnya. Memberikan petunjuk yang jelas membuat karyawan mengerti tentang apa yang harus dilakukan, tidak clueless. Bimbingan yang tepat sasaran akan memberikan kesan “sentuhan personal” yang oleh karyawan bisa diartikan sebagai “pimpinanannya memberi perhatian yang layak”. Impresi ini akan meningkatkan motivasi karyawan sehingga lebih produktif.

2. Buat karyawan supaya nampak dihargai

Tidak ada orang yang ingin disepelekan, termasuk di lingkungan kerja. Berikan pujian ketika memang hasilnya bagus dan berikan pengarahan lanjutan ketika masih ada yang kurang. Semangat kerja bisa begitu saja luntur kalau yang mereka terima cuma cercaan tanpa solusi. Kalau dulu orang-orang banyak yang familiar dengan reward and punishment, saat ini sistem tersebut tidak lagi relevan. Kalau terjadi kesalahan atau masih ada kekurangan, selesaikan semuanya dengan cara yang kolaboratif dan berkepala dingin.

3. Ciptakan iklim yang produktif

Semangat kerja itu muncul ketika suasananya mendukung. Dalam iklim perusahaan, ketika setiap orang memiliki target yang jelas, inovatif, dan rasional, suasana produktif itu bakal tercipta dengan sendirinya. Menciptakan iklim ini tidak hanya terpaku pada rentetan kerjaan saja, tetapi juga didukung ruangan yang nyaman, dukungan material yang tepat, serta pendukung kebutuhan kerja lainnya. Ingat, semangat tidak akan muncul kalau pikirannya sudah lebih dulu dibuat suntuk oleh situasi “penat” di perusahaan.

4. Libatkan semua pihak

Melanjutkan poin nomor dua, kerja kolaboratif agaknya menjadi kunci keberhasilan di era kompetitif seperti saat ini. Ketika membuat kebijakan pun perusahaan harus mampu (sebisa mungkin) mengakomodasi kebutuhan karyawannya. Karyawan yang merasa ikut “memiliki” perusahaan karena memperoleh kesempatan untuk terlibat, akan lebih betah bekerja.

5. Gunakan Sistem Untuk Penilaian Performa yang Adil Dan Profesional

Setiap karyawan ingin setiap pekerjaan atau performanya dihargai secara proporsional dan adil. Oleh karena itu, untuk mengimbangi kerja manual HR, perlu juga pengaplikasian software pencatat kinerja. gtHR mampu mengakomodasi hal itu, bahkan masih memiliki banyak fitur lainnya. Software besutan Gamatechno ini memberikan kemudahan dalam hal pengelolaan data karyawan, pencatatan proses mutasi, penilaian kerja, pencatat kehadiran, penyederhanaan pengelolaan gaji, hingga perhitungan pajak yang harus dibebankan. Dengan menggunakan software ini, perusahaan bisa mengamati kondisi karyawan sehingga bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait strategi SDM.

 

Itulah 5 tips yang bisa diterapkan untuk menjaga semangat dan mambuat betah karyawan. Sebagai penutup, ada satu fakta bonus yang mungkin bisa jadi pelengkap pertimbangan. Sebuah penelitian mengindikasikan bahwa orang merasa lebih baik dan lebih berdedikasi ketika mereka menyelesaikan suatu hal secara sukarela. Dalam lingkungan perusahaan, ini bisa diaplikasikan dengan menghindari sebisa mungkin tindakan pemaksaan target yang tidak realistis dan semacamnya, sebab hasilnya justru bisa tidak optimal.

Sumber image: https://www.ivyexec.com/executive-insights/2014/positively-happy-at-work/

Yang Menarik Lainnya
Leave a comment