6 Medan Perang yang Dapat Ditaklukkan Web Developer dengan Satu Mantra

6 Medan Perang yang Dapat Ditaklukkan Web Developer dengan Satu Mantra

Blog.Gamatechno.com – Menurut survey stackoverflow tahun 2017, 72% dari developer di seluruh dunia adalah web developer. Dengan angka yang cukup tinggi maka persaingan kerja menjadi seorang web developer semakin ketat.

Lalu apakah pekerjaan web developer hanya sebatas membuat website? Bila seorang web developer hanya bertugas membuat website, maka apakah di masa yang akan datang seorang web developer akan tetap dibutuhkan seiring mulai bermunculannya tools untuk membuat website mudah bagi awam seperti wix.com?

Masih berdasarkan survey yang dilakukan Stackoverflow, Javascript adalah teknologi yang paling banyak digunakan developer di tahun 2017, yang mencapai lebih dari 60%. Berdasarkan fakta tersebut diketahui bahwa Javascript adalah teknologi web yang bisa hadir/dijalankan hampir di segala lini platform.

Berikut adalah platform yang dapat ditaklukan dengan Javascript,

  • WebApp (Java script frontend framework)
    Adalah sebuah aplikasi client-server berbasis web dimana clientnya berjalan di web browser. Biasanya berupa webmail, toko online, layanan perpesanan instan, dll.Pada awal kemunculannya framework javascript “jQuery” menjadi pemain utama pengembangan webapp dengan kombinasi teknologi “Ajax”. Beberapa tahun terakhir framework javascript yang digunakan untuk pengembangan webapp banyak bermunculan dan tumbuh dengan pesat, 3 contoh pemain utamanya adalah Angular, React, Vue.
  • Server (node js)
    Node js adalah sebuah open source cross-platform run-time environment untuk menjalankan kode JavaScript secara server-side. Dengan node js server-side application dapat dibuat dengan bahasa yang sama dengan client-side yaitu java script. Contoh framework server-side app adalah ExpressJs, telegrafjs, dan Socket.io. Selain itu Node js juga memungkinkan pengembangan CLI apps sebagai tools pembantu development atau deployment.Contoh cli antara lain, pm2, gulp, grunt, dan apidoc.
  • IoT (node js)
    IoT dikembangkan dengan node js secara efisien dang ringkas. Dimana dengan node js, banyak hal dapat ditangani secara bersamaan dalam satu waktu (asynchronous event-driven Input/Output model) dan kebutuhan instalasi yang kecil (lightweight code) bagi IoT. Contoh framework/library untuk iot yaitu cylonjs, nodered dan johnny-five .
  • Desktop Enviroment (webkitgtk)
    Pengguna linux yang peduli akan tampilan pasti memiliki koleksi tema desktop keren dari hasil download atau buat sendiri. Beberapa Desktop Environtmet seperti Gnome Shell dan Cinnamon menggunakan webkitgtk+ webkitgtk+ = web rendering engine untuk platform gtk+ Dengan digunakannya webkitgtk+ extension dan tema di Gnome Shell atau Cinnamon dikembangkan menggunakan teknologi web seperti Javascript dan CSS.
  • Desktop App (electron java script)
    Electron java script merupakan salah satu framework untuk membuat aplikasi native menggunakan teknologi web seperti Javascript, HTML, dan CSS. Keistimewaan dari electron java script adalah dapat digunakan untuk membuat aplikasi Mac, Windows, dan Linux sekaligus dengan satu kode sumber yang sama. Beberapa contoh penerapan electron java script yang terkenal antara lain, VisualStudio Code, GitKraken, Insomnia, dan WordPress Desktop.
  • Mobile App (React Native)
    Dengan menggunakan JavaScript dan React kita tidak hanya dapat membuat suatu “mobile web app”, “html5 app”, ataupun “hybrid app” tetapi sebuah aplikasi mobile native. React Native menggunakan UI yang sama dengan aplikasi iOS dan Android biasa, hanya saja UI tersebut disusun menggunakan JavaScript dan React. Keistimewaan dari react native yaitu memiliki fitur Hot reloading, tidak perlu melakukan compile ulang ketika pengembangan karena kode aplikasi baru yang di simpan akan otomatis diterapkan bahkan dengan tetap mempertahankan state aplikasi. Contoh penerapan react native yang terkenal antara lain, Facebook, Instagram, Skype, dan Air BNB.
Leave a comment