Containerization, Teknologi Masa Depan pengganti Virtualization

Containerization, Teknologi Masa Depan pengganti Virtualization

Blog.Gamatechno.com – Pada virtualization setiap virtual machine (VM) menjalankan sistem operasi beserta library yang dibutuhkan untuk setiap aplikasi yang dijalankan. Ketika ingin menjalankan aplikasi/servis yang lain, maka VM akan memuat OS lain yang berbeda dengan aplikasi sebelumnya. Dua OS hanya untuk menjalankan dua aplikasi. Bisa dibayangkan berapa storage, memory, bandwidth yang digunakan sia-sia apabila kita menjalankan 5 atau bahkan 10 aplikasi sekaligus. Sangat tidak efisien. Dengan containerization, kita dapat menjalankan aplikasi lebih banyak dan kinerja yang lebih efisien dibanding VM dengan menggunakan hardware yang sama.

Docker merupakan teknologi baru container yang dikembangkan oleh Solomon Hykes di dotCloud, sebuah perusahaan PaaS (Platform as a Service). Docker menyediakan platform terbuka baik untuk developer maupun sysadmin untuk dapat membangun, mengemas, dan menjalankan aplikasi dimanapun sebagai sebuah container yang ringan. Docker dapat menjalankan beberapa aplikasi tanpa harus menjalankan OS pada tiap aplikasi seperti pada VM.

Setiap aplikasi yang dijalankan membutuhkan library. Docker sebagai teknologi dari containerization mampu menampung seluruh library (bagian tersebut disebut libcontainer) yang yang kemudian akan dimuat ketika sebuah aplikasi dijalankan. Aplikasi satu dengan lainnya tidak saling berebut library karena library tiap aplikasi sudah ditempatkan berbeda walaupun library yang diperlukan sama.

Docker, Container, dan Cloud Computing

10-03 virtualization

Containerization diprediksi akan populer di kalangan developer di masa yang akan datang. Perusahaan IBM telah membuktikan bahwa container dapat menjalankan aplikasi lebih cepat dan lebih efisien dibanding dengan virtual machine. Container juga dapat berjalan dengan sangat baik di aplikasi/servis yang bergantung pada server, sehingga sangat cocok bila diterapkan pada cloud computing.

Hasil dari proses Docker dapat juga dijalankan di virtual machine. Ini memungkinkan untuk menjalankan container dan virtual machine dijalankan secara bersamaan untuk beberapa pengaturan cloud tertentu. Container juga dapat berjalan tanpa VM di dalam cloud untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Sekarang, masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa container akan menggantikan VM dengan segala kemampuan dan kelebihannya dalam konteks cloud computing. Namun langkah besar menuju cloud yang lebih canggih sudah terlihat, isi saatnya containerization dalam cloud diterapkan.

Leave a comment