5 Fakta Taksi Online vs Taksi Konvensional

5 Fakta Taksi Online vs Taksi Konvensional

Blog.Gamatechno.com – Mungkin akan ada beberapa pihak yang menyebut bahwa tulisan ini muncul di saat yang kurang tepat. Mengingat bulan Maret ini muncul berbagai aksi demonstrasi maupun anarkisme yang terjadi antara taksi online dan taksi konvensional. Meski begitu, Gamatechno justru berpendapat sebaliknya. Ini adalah waktu yang tepat untuk melihat dengan lebih jernih fakta apa saja yang ada di balik polemik yang terjadi. Berikut ini Gamatechno sajikan fakta-fakta pembanding yang ada dalam lima poin utama.

1. Tarif

Sejak awal kemunculan taksi online, tarif adalah polemik yang paling lumrah terdengar. Taksi online menyedot banyak animo publik karena dianggap “jelas” tentang berapa uang yang harus dibayarkan. Sebenarnya, kalau berpegangan pada aturan baku pun taksi konvensional juga memiliki tarif yang jelas. Hanya saja memang tarif di taksi konvensional lebih tinggi dibanding taksi online. Ini dipengaruhi oleh pajak dan pengeluaran lain yang masuk dalam regulasi angkutan darat.

Karena tarifnya yang banyak dibilang oleh pelanggan tidak kompetitif, maka tidak heran kalau kemudian di tempat keramaian banyak pengemudi taksi konvensional yang membuat harga tawar menawar dengan calon penumpang. Argo diabaikan. Ditambah lagi, kedua jenis tarif taksi tersebut sebenarnya tidak sebanding. Sebab taksi konvensional menjalankan argo di mana hitungannya adalah sejak pintu dibuka serta kondisi jalananan. Sedangkan taksi online menekankan pada jarak yang ditempuh. Terlihat jelas dari poin pertama ini hal mana yang bisa diperbaiki supaya ke depannya kompetisi yang terjadi bisa lebih jelas.

2. Pelayanan dan keamanan

Mari jujur-jujuran di sini. Secara rekrutmen pengemudi, sebenarnya taksi konvensional lebih unggul di bagian keamanan. Kita semua tahu bahwa pengemudi taksi online bisa siapa saja, bahkan bisa berganti-ganti mobil dan platnya tidak sesuai dengan yang tertera di aplikasi.

Namun bukan berarti aspek keamanan diabaikan begitu saja. Keduanya sama-sama berada di bawah naungan perusahaan dan memiliki SOP masing-masing. Hanya saja, aspek keamanan saja tidak cukup, pelayanan yang diberikan pun menjadi poin penting selanjutnya. Kalau ada pengemudi yang kurang menyenangkan, pengguna taksi konvensional bisa melakukan komplain melalui hotline dan saluran saran lainnya. Sedangkan, pengguna taksi online bisa langsung memberikan rating. Ketika ratingnya buruk, pengguna pun akan pilih-pilih untuk mengambil pengemudi ini atau membatalkan pesanan. Keduanya memiliki kelebihannya sendiri-sendiri di bagian ini.

3. Teknologi

Kita tidak bisa membendung kemajuan teknologi. Mau tidak mau, siap tidak siap, pasti perubahan ini terjadi dan semua orang harus mampu menyesuaikan kalau tidak mau tersingkir. Sebenarnya, penggunaan teknologi serta aplikasi pada layanan publik sudah ada sejak jauh-jauh hari—sebelum taksi online menjamur.

Namun, teknologi ini tidak segera diimplementasikan oleh perusahan taksi konvensional. Banyak yang masih mempertahankan sistem reservasi cara lama. Bahkan umum kita temukan taksi konvensional lebih memilih untuk menggunakan sistem pangkalan atau jemput bola. Inilah aspek yang kemudian membuat taksi konvensional tertinggal, karena taksi online benar-benar mengandalkan teknologi sehingga lebih menghemat waktu dan tenaga.

4. Tampilan kendaraan

Banyak orang yang lebih memilih taksi online karena tampilan kendaraannya lebih “personal”. Tentu saja hal ini berbeda dengan taksi konvensional yang rata-rata memiliki “seragam”. Perlu diingat bahwa di luar sana ada pelanggan yang ingin mengutamakan prestise. Dengan menaiki taksi online yang nampak seperti kendaraan pribadi, sangat mungkin hal tersebut bisa menaikkan kepercayaan diri mereka.

5. Investasi

Di poin kelima ini, sebenarnya taksi konvensional berada di posisi serba salah. Regulasi lama yang ada mengharuskan mereka memiliki seluruh fasilitas yang dibutuhkan. Hal ini termasuk kendaraan, pool, sekaligus pajak yang lebih tinggi. Sedangkan, taksi online hanya menyediakan sistem, kendaraan dan semacamnya menjadi tanggungan pengemudi. Secara investasi, jelas taksi online nampak sangat menggiurkan. Namun, untuk kebutuhan jangka panjang, semestinya taksi konvensional lebih stabil. Pertimbangannya adalah aset mereka jelas, sedangkan armada taksi online bisa membludak atau menyusut sewaktu-waktu.

Dengan lima fakta di atas, apa kesimpulan yang bisa ditarik? Pertama, kemajuan teknologi tidak bisa terhindarkan. Kedua, taksi konvensional secara track-record dan regulasi lebih mapan. Ketiga, secara aset taksi konvensional lebih jelas dan mandiri.

Berpijak dari kesimpulan tersebut, seharusnya taksi konvensional bisa terus bertahan bahkan tumbuh kalau mau mengikuti inovasi teknologi yang ada. Taksi konvensional bisa menggunakan aplikasi yang juga memudahkan pengguna untuk melakukan reservasi dan sebagainya. Dengan kondisi perusahaan yang sudah mapan, apalagi kemudian disokong oleh teknologi yang ramah pelanggan, taksi konvensional akan sangat kompetitif dan tetap bertahan.

Yang Menarik Lainnya
Leave a comment