Ini Akibatnya Bila Klinik Tidak Dikelola dengan Baik

Ini Akibatnya Bila Klinik Tidak Dikelola dengan Baik

untidy document clinic

Pelayanan prima merupakan elemen utama bagi tiap unit kesehatan. Demi mencapai hal tersebut tiap klinik dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang memenuhi standar pelayanan yang optimal. Mengapa? Karena hal inilah yang dijadikan acuan klinik supaya mampu bersaing dengan klinik, dan unit kesehatan lainnya. Di sini pengelolaan klinik yang baik mutlak diperlukan. Lalu, apa yang terjadi bila klinik tidak dikelola dengan baik?

1. Pelayanan yang Lambat

Ketika klinik tidak dikelola dengan baik. Pemrosesan informasi akan memakan banyak waktu. Hal ini akan berimbas pada antrian panjang pasien yang menunggu untuk dilayani. Sehingga jumlah pasien yang dapat dilayani dalam sehari menjadi lebih sedikit karena waktu yang lebih banyak terbuang untuk proses pengolahan data yang sifatnya administratif.

2. Rekam Medis Hilang/Rusak

Pengelolaan klinik yang kurang baik memungkinkan rekam medis pasien rusak maupun hilang. Baik karena bencana, maupun human error. Padahal rekam medis berfungsi sebagai bukti tertulis pelaksanaan pelayanan medis yang berkualitas, dan dapat dipertanggunjawabkan secara hukum oleh setiap sarana pelayanan kesehatan, termasuk klinik. Jadi, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika rekam medis pasien hilang/rusak?

3. Duplikasi Data

Saat seorang pasien datang ke klinik untuk berobat, sedangkan klinik tersebut tidak dikelola dengan baik. Akhirnya tidak dapat dibedakan mana pasien baru, dan pasien lama. Terlebih lagi jika pasien lama tidak membawa Kartu Identitas Berobat (KIB). Petugas klinik biasanya akan mencatatnya sebagai pasien baru. Pengulangan pencatatan pun dilakukan sehingga terjadilah duplikasi data. Alhasil, terjadilah ketidaksinambungan informasi medis karena riwayat kesehatan pasien yang terdahulu tidak dalam satu berkas.

4. Stok Obat Tidak Termonitor

Selain rekam medis pengelolaan persediaan obat juga tak kalah penting bagi keberlangsungan suatu klinik. Jika klinik tidak mengelola stok obat dengan baik. Maka dampaknya akan membuat petugas kesulitan memenuhi kebutuhan persediaan obat. Tidak diketahui dengan pasti jumlah stok obat yang masih tersedia beserta kelayakannya. Pun tidak diketahui kapan seharusnya petugas klinik melakukan pemesanan pembelian obat kembali.

5. Sulit Mengkontrol SDM

Pelayanan prima yang diharapkan pasien tentu tidak lepas dari kinerja tenaga kesehatan yang terkontrol, dan termonitor dengan baik. Bukan hanya kinerja dokter saja, tetapi kinerja perawat, apoteker, dan seluruh pegawai klinik lainnya. Jika tidak dikelola dengan baik, akibatnya klinik tidak mampu mengontrol kinerja SDM yang dimilikinya. Tidak mampu memonitor pekerjaan, serta mengevaluasi kualitas SDM yang ada. Imbasnya, tentu pelayanan prima yang diharapkan dapat diberikan tentu menjadi tidak maksimal.

Manajemen klinik ternyata tidak sederhana. Ada banyak komponen yang perlu dikelola demi memberian pelayanan prima bagi pasiennya. Melihat dampak yang ditimbulkan apabila klinik tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, sebuah klinik sebaiknya memiliki sistem informasi yang dapat membantu proses manajemen beragam komponen klinik. Terutama dalam dalam hal administrasi, dan akuntansi, seperti pengolahan data pasien, pemeriksaan medis, pencatatan stok obat, pembuatan dokumen transaksi, pengolahan data SDM, sampai pembuatan laporan.

Klinik sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan ternyata membutuhkan keberadaan sistem informasi yang terintegrasi, handal, dan juga akurat, serta cukup memadai guna meningkatkan pelayanan bagi pasiennya. (ulfia)

Yang Menarik Lainnya
Leave a comment