5 Manfaat Interoperabilitas dalam Organisasi/Pemerintahan

5 Manfaat Interoperabilitas dalam Organisasi/Pemerintahan

Interoperabilitas dalam organisasi berkaitan dengan kemampuan sistem dan aplikasi berbasis IT yang berbeda untuk saling berkomunikasi. Dengan kata lain, perangkat yang ada nantinya mampu bertukar dan menginterpretasi data yang dibagikan satu sama lain.

Konsep ini memungkinkan sistem informasi yang ada untuk bekerja sama lintas batasan organisasional. Hal itu akan berdampak pada semakin efektifnya pelayanan yang ada, meningkatkan kepuasan pengguna, serta potensi lain yang bisa dieksplorasi ke depannya.

Melalui penyimpanan data digital, mereka mengharapkan informasi yang dimiliki supaya dapat diakses lintas institusi tanpa kendala berarti. Kelebihan inilah yang kemudian membuat interoperabilitas menjadi semakin populer yang didorong untuk diterapkan di banyak organisasi maupun pemerintahan.

5 manfaat interoperabilitas dalam organisasi/pemerintahan:

Meningkatkan proteksi privasi

interoperabilitas, smart government, proteksi data

Katakanlah di sistem lama yang masih terpisah-pisah pengguna tidak tahu di mana data tertentu disimpan. Kelemahan ini rentan dimanfaakan oleh orang jahat untuk membobol sistem yang ada karena celah keamanannya sangat besar. Berbagai data penting organisasi dapat tercampur menjadi satu dan mempersulit penerapan langkah-langkah proteksi. Dengan sistem interoperabilitas, fitur keamanan bisa dijamin dengan lebih baik.

Menyediakan data dengan lebih berkualitas

interoperabilitas, smart government, proteksi data, kualitas data, big data

Di kondisi ideal, suatu organisasi akan terhubung dengan organisasi lainnya. Mereka menciptakan jaringan lintas wilayah atas data yang dimiliki. Data itu bisa digunakan untuk kepentingan yang beragam, misalnya memprediksi tren tertentu. Tanpa adanya interoperabilitas, transfer yang ingin dilakukan akan sangat menguras tenaga dan waktu organisasi. Melalui teknologi terbaru, pengiriman digital mampu bekerja cepat dan akurat dalam mengumpulkan data publik yang langsung dapat diinterpretasikan untuk berbagai tujuan.

Meningkatkan produktivitas dan mengurangi pengeluaran biaya

 

interoperabilitas, smart government, proteksi data, meningkatkan kepuasan pengguna jasa, penghematan anggaran

Riset dari Ponemon Institute menunjukkan bahwa pekerja klinik di Amerika membuang 45 menit waktu kerjanya hanya karena mereka masih menggunakan teknologi komunikasi konvensional. Apabila dikalkulasi, kerugian di seluruh Amerika atas masalah ini mencapai US$8.3 milyar per tahun. Interoperabilitas tidak hanya membantu aspek komunikasi, teknologi ini juga mendorong terciptanya lingkungan kerja paperless. Dampak dari hal itu, organisasi akan lebih mudah dalam hal pendataan, akses, dan penyimpanan.

Meningkatkan kepuasan pengguna jasa

interoperabilitas, smart government, proteksi data, meningkatkan kepuasan pengguna jasa

Akses beragam kebutuhan data yang lebih cepat dari biasanya juga berperan besar dalam hal kepuasan pengguna; waktu tunggu dapat dikurangi, tidak perlu berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Di bidang pelayanan publik, hal ini akan meningkatkan penilaian profesionalitas sebuah institusi.

Meminimalisir kekurangan

interoperabilitas, smart government, proteksi data, meningkatkan kepuasan pengguna jasa
Integrasi program digital dapat memfasilitasi aliran informasi dengan lebih baik dan minim kesalahan. Interoperabilitas juga mengurangi kebutuhan untuk melakukan input data manual yang berimbas pada penghematan waktu dan menghindari masalah kesulitan/kesalahan pembacaan atas tulisan tangan seseorang.

Itulah lima manfaat yang dapat diperoleh apabila organisasi pemerintah menerapkan interoperabilitas dalam sistemnya. Semakin matang implementasinya, semakin efektif dan efisien pula hasilnya untuk jangka pendek maupun panjang.

Yang Menarik Lainnya
Leave a comment