Pedagang sembako menjajakan dagangannya di Pasar Tradisional Bitingan, Kudus, Jateng, Rabu (17/12). Jelang Natal dan Tahun Baru 2015 harga sembako di daerah ini mulai naik seperti beras dari Rp. 8 ribu menjadi Rp. 10 ribu per kg, cabai dari harga Rp. 50 ribu menjadi Rp. 65 ribu per kg dan telur ayam dari Rp. 18 ribu menjadi Rp. 22 ribu per kg. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/Rei/mes/14.

Mau Tahu Harga Sembako Terbaru? Gunakan Aplikasi Ini

Blog.Gamatechno.com – Saat ini, kapan pun di mana pun smartphone sudah menjadi barang yang tidak bisa luput dari genggaman. Dari urusan pesan singkat, menonton video di YouTube, mendengarkan musik di aplikasi offline pun streaming, hingga mencari informasi dan kabar terbaru seputar topik yang diminati. Segala hal yang dulu hanya bisa dinikmati secara terpisah-pisah kini berada di satu genggaman ringkas.

Terkait dengan akses informasi pun smartphone tidak membatasi pengguna. Artinya, berbagai hal dari beragam segmen sama-sama diwadahi. Mulai dari anak muda yang sering mencari info tentang tempat nongkrong dan hiburan alternatif, sampai urusan dapur yang lekat dengan belanja barang-barang kebutuhan pokok. Meski penggunaanya tidak seintens anak muda, smartphone di tangan ibu-ibu bisa sangat membantu dalam memantau harga barang yang ingin dibeli.

Apabila kita tengok ke beberapa tahun silam, survei harga di pasar tidak sepraktis sekarang. Dulu ibu-ibu harus langsung ke pasar untuk mengetahui harga berbagai kebutuhan sehari-hari. Tindakan tersebut ada sisi positif dan negatifnya. Bagian positifnya, pembeli bisa langsung membandingkan kualitas dan harga, hal ini sekaligus bisa mengakrabkan antara penjual dan pembeli maupun antarpembeli.

Namun, di situasi tertentu, muncul ketidakpraktisan yang bisa berujung negatif. Misalnya budget yang dibawa terbatas, uang yang dibawa kurang; karena pembelian dilakukan secara langsung, harga yang ditawarkan terkadang tidak transparan; bentuk implikasi lain, pedagang bisa mempermainkan harga dengan memanfaatkan situasi. Meskipun konsumen bisa saja tidak sadar, namun jelas beberapa poin tersebut sangat merugikan konsumen. Apalagi penjualan barang tidak hanya terjadi di satu tempat, tetapi se-Indonesia.

Karena beberapa pertimbangan tersebut, pada Maret 2016 Gamatechno merilis aplikasi Harga Pangan Nasional. Saat ini aplikasi tersebut baru bisa diakses oleh para pengguna smartphone Android. Aplikasi ini memberikan jalan keluar bagi semua orang–tidak hanya ibu-ibu–yang ingin memantau harga bahan pangan sebelum benar-benar ke tempat penjualan. Aplikasi Harga Pangan Nasional dibuat sesuai dengan namanya: benar-benar menyajikan daftar harga pangan secara nasional. Ketika pertama kali masuk ke antarmuka aplikasi, pengguna akan dihadapkan pada dua pilihan: harga daerah dan harga nasional.

pihps screenshootDi harga daerah, pengguna bisa menginput lokasi mana yang ingin dipantau harganya. Aplikasi kemudian akan langsung memberikan daftar bahan pangan lengkap dengan harganya di satu tampilan layar. Sedangkan di bagian harga nasional, pengguna akan menemukan kolom komoditas barang yang diinginkan. Setelah dipilih, maka akan muncul keterangan di tab provinsi seluruh Indonesia. Misalnya pengguna ingin membandingkan harga beras kualitas 2 di setiap provinsi, setelah nama komoditas dipilih, muncullah harga bahan tersebut di berbagai daerah. Selain harga terkini, aplikasi ini juga menampilkan grafis fluktuasi harga pasar.

Saat ini aplikasi Harga Pangan Nasional yang dirilis masih berupa versi 1.0. Dan ini adalah satu-satunya aplikasi resmi milik Bank Indonesia yang memberikan informasi harga pangan secara nasional. Karena masih versi awal, di beberapa komoditas terkadang data harga terbaru masih belum tersedia. Namun, tentu saja hal itu bisa diatasi di versi pembaruan selanjutnya. Pada akhirnya, keberadaan aplikasi ini sudah pasti sangat membantu banyak orang, mulai dari pengusaha kuliner sampai ibu-ibu rumah tangga.

 

Sumber gambar : beritadaerah.co.id

Leave a comment