Peran Teknologi Informasi dalam Pengendalian Inflasi

Peran Teknologi Informasi dalam Pengendalian Inflasi

inflation

Kebijakan moneter saja tidak cukup dalam mengontrol laju inflasi. Apabila inflasi tidak terkendali, jelas akan berdampak pada terganggunya stabilitas harga di daerah. Sehingga, pemerintah harus mencari jalan keluar yang baik bagi semua pihak.

Kebijakan fiskal menjadi salah satu langkah paling efektif dalam mengendalikan inflasi. Fiskal dapat mengontrol belanja pemerintah, belanja konsumtif personal, serta pengamanan investasi privat dan publik.

Hal paling mendasar, pemerintah harus mengurangi pengeluaran untuk belanja negara yang tidak mendesak untuk dilakukan. Dalam hal ini, pengurangan dapat dilakukan untuk aktivitas yang tidak berkaitan dengan pembangunan, sehingga inflasi dapat ditekan. Pembangunan yang baik akan membuka pintu kesejahteraan yang lebih luas. Sebab ketimpangan pemerataan pembangunan antar daerah bisa semakin diperkecil. Langkah ini jelas tidak mudah. Meski begitu langkah ini tetap bisa dijalankan dengan ikut menggandeng pendapatan dari perolehan pajak yang dibayarkan.

Selain itu, dalam menekan laju inflasi, pemerintah daerah dapat memotivasi masyarakat secara berkelanjutan supaya hasil produksi meningkat. Terutama, peningkatan hasil produksi untuk barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, minyak, gula, sayur, dan sebagainya akan sangat membantu dalam mengurasi inflasi.

Sedangkan untuk melaksanakan setiap langkah yang telah direncanakan untuk menekan inflasi, peran teknologi di dalam prosesnya menjadi vital. Misalnya saja dalam usaha untuk menciptakan transparansi informasi harga pasar terutama untuk komoditas bahan pangan. Pemerintah daerah dengan pemanfaatan teknologi informasi melalui aplikasi maupun sistem online real-time dapat mengurangi atmosfer ketidakpastian di masyarakat.

Teknologi informasi dapat membantu dalam proses pengontrolan harga. Harga menjadi salah satu aspek krusial ketika berhadapan dengan inflasi. Dengan penggunaan sistem yang terintegrasi, maka pengaturan limit harga untuk kebutuhan pokok menjadi lebih cepat dan efisien. Sehingga pemantauan dapat dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Dari berbagai kebijakan moneter, fiskal, serta cara lainnya yang digunakan untuk menekan inflasi, perlu langkah yang berkelanjutan dari pemegang kebijakan. Inflasi layaknya hama yang sulit untuk diberantas. Sehingga seluruh usaha dan senjata dari sinergi pemerintah dan masyarakat, baik yang berupa kebijakan, peningkatan produksi, maupun integrasi teknologi informasi, perlu diimplementasikan secara bersama-sama. (anas)

Leave a comment