Serba Serbi Seputar Transportasi Jogja

Serba Serbi Seputar Transportasi Jogja

TransJogja

Permasalahan transportasi publik di Yogyakarta hingga saat ini masih cukup kompleks. Dengan luas wilayah yang ada, transportasi publik yang ditawarkan belum bisa mencakup keseluruhan lokasi tujuan. Alhasil, masyarakat banyak yang lebih memilih kendaraan pribadi, bahkan masih banyak yang bingung bagaimana cara menuju ke tempat tujuan apabila menggunakan transportasi publik.

Sejak beroperasi pada 2007 hingga 2015 ini, Trans Jogja diharapkan mampu mengurai permasalahan transportasi publik di Yogyakarta. Namun sayangnya, jumlah armada yang beroperasi masih tergolong minim. Saat ini Trans Jogja baru mengoperasikan 74 bus untuk menjangkau empat jalur yang ada.

Pada awalnya, Trans Jogja diharapkan bisa menggantikan bus kota. Selain karena banyak dari badan bus kota yang sudah berumur tua, juga karena Trans Jogja merekrut sebagian pengemudinya dari pengemudi bus kota. Tetapi, bus kota memiliki kelebihan lain yang belum bisa disamai oleh Trans Jogja. Total armada bus kota lebih banyak, sekira 240 unit. Selain itu, jalur yang dimiliki juga lebih banyak dibandingkan dengan Trans Jogja. Maka tidak heran, masyarakat masih banyak yang memilih bus kota dengan alasan lebih beragamnya cakupan wilayah.

Kondisi minimalis yang dialami oleh Trans Jogja sebetulnya sudah ditangkap oleh pemerintah. Melalui Peraturan Gubernur DIY, dari empat jalur yang sudah ada rencananya akan ditambah menjadi 17 jalur. Otomatis, hal ini juga akan semakin memperbanyak jumlah unit bus menjadi 161 hingga 165 armada, senada dengan apa yang diutarakan oleh Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) DIY.  

Untuk moda transportasi lain, Yogyakarta juga masih kekurangan ketika menyinggung transportasi publik malam hari. Saat ini, bus kota memiliki jam operasional hanya sampai pukul 17:00 WIB, itu pun masih dikurangi oleh jeda istirahat di jam-jam lengang. Sedangkan, AKDP atau biasa disebut colt hanya diperbolehkan beroperasi di wilayah terbatas agar jalan utama tidak bertambah padat, pun operasionalnya hanya sampai sore hari. Begitu pula dengan Trans Jogja yang hanya beroperasi hingga pukul 21:00 WIB.

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Erwin Setiawan, pengurus Seksi Perkotaan Dishubkominfo DIY, Yogyakarta hanya memiliki taksi untuk operasional 24 jam. Tersedia 800 unit taksi yang bekerja berdasarkan shift. Dishubkominfo juga telah menambah jumlahnya menjadi 1050 unit.

Dengan kondisi lapangan seperti itu, tentu implementasi dari kebijakan, misalnya penambahan jalur bus dan jumlah armada, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Maka dibutuhkan transportasi alternatif yang tidak hanya memiliki jumlah unit melimpah namun juga mampu menjangkau banyak lokasi. Di banyak kota besar, ojek menjadi salah satu pilihan utama.

Apalagi mengingat Yogyakarta identik dengan istilah Kota Pelajar, transportasi yang memiliki tingkat mobilitas tinggi sangatlah dibutuhkan. Ojek saat ini banyak yang telah mengikuti trend di masyarakat. Contohnya dengan melakukan integrasi via aplikasi smartphone. Hal ini akan menambah aspek keamanan dalam menggunakan layanannya.  Di Yogyakarta, CallJack menjadi salah satu contoh nyatanya.

CallJack merupakan jasa layanan transportasi motor hasil kerja sama CV Hoki Project dengan Gamatechno. CV Hoki Project sendiri telah memprakarsai adanya O’Jack Taxi Motor yang memperoleh banyak pengakuan di tingkat nasional. Melalui CallJack, ojek menjadi semakin mudah sebab menggunakan integrasi aplikasi. Di mana, segala hal yang dibutuhkan oleh pengendara maupun penumpang dengan mudah dapat diakses di dalamnya. Kelebihan ojek dibanding transportasi lainnya tentu saja karena jam operasionalnya 24 jam. Aplikasi secara otomatis akan mencari pengendara CallJack terdekat dengan pemesan berbasis lokasi.

Jika di daerah lain ojek via aplikasi masih menemui kendala, terutama berkaitan kesenjangan dengan ojek biasa, CallJack tidak begitu. Pengendara CallJack berasal dari O’Jack serta perekrutan driver dari masyarakat umum dengan sistem keuntungan bagi hasil. Opsi seperti ini tentu saja menjadi win-win solution, tidak ada mata pencaharian lain yang dirugikan. (anas)

Yang Menarik Lainnya
Leave a comment