Perhatikan Ini Sebelum Menggunakan Vendor Offshore untuk Pengembangan Software Anda

Perhatikan Ini Sebelum Menggunakan Vendor Offshore untuk Pengembangan Software Anda

Blog.Gamatechno.com –  Pengembangan software Offshore atau pembuatan software dengan menggunakan pihak ketiga atau vendor telah menjadi trend yang tidak bisa terelakkan di era teknologi seperti sekarang ini. Permintaan pasar akan ragam layanan pengembangan software telah menciptakan ledakan agen penyedia jasa layanan di seluruh dunia, terutama di dua dekade terakhir. Offshore di sini berarti perusahaan teknologi memakai jasa di luar perusahaannya atas dasar beberapa pertimbangan. Namun rata-rata, pertimbangan ekonomilah yang menjadi poin utama.

Di Amerika dan Eropa misalnya, perusahaan teknologi banyak yang melakukan outsourcing dari orang-orang India. Hal tersebut tidak terlalu aneh sebab pekerja India banyak yang lulusan pendidikan tinggi Elektronika dan Instrumentasi, Ilmu Komputer, pun memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang tergolong baik. Untuk aspek ekonomi pun, pekerja India menuntut gaji yang lebih rendah dibandingkan orang-orang dari Eropa maupun Amerika.

Trend offshore di negara-negara barat masih tumbuh subur sampai sekarang. Dan ternyata, trend itu ikut merembet ke regional lain. Sebut saja China, Asia Tenggara, Eropa Timur, bahkan Amerika Latin. Tentu saja, ketika dibandingkan dengan lingkungan kerja di Amerika misalnya, regional lain mematok upah pekerja yang lebih rendah.

Tetapi, apakah  Offshore software development bukan tanpa masalah? Bagaimana tentang mengantisipasi berbagai hal yang tidak terduga? Berikut ini Gamatechno rangkumkan gambaran positif dan negatif dari offshore.

Kelebihan Pengembangan Software offshore:

  1. Biaya
    Secara biaya, upah pekerja offshore biasanya bisa ditekan melalui negosiasi di awal kontrak. Bahkan untuk perusahaan teknologi multinasional, rasio upahnya bisa sangat ditekan dibandingkan memakai jasa onshore.
  2. Fleksibilitas
    Karena sifat pekerjanya yang lepasan, perusahaan bisa menyesuaikan jumlah pekerja yang dilibatkan. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan kliennya.
  3. Rentang keahlian pekerja yang beragam
    Potensi ragam keahlian ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena berasal dari berbagai daerah maupun negara, perusahaan bisa memperoleh banyak teknisi dengan berbagai keahlian. Terutama yang berkaitan dengan penanganan teknologi terbaru.
  4. Tak terbatas waktu kerja
    Jam kerja offshore berbeda dengan onshore. Misalnya sebuah perusahaan memiliki cabang di Asia dan Amerika, maka ketika tim yang di Asia sedang tidur, tim di Amerika bisa melakukan pekerjaan. Hal ini memanfaatkan adanya perbedaan waktu. Namun perlu diingat, hal ini juga bisa menjadi pisau bermata dua, terutama di bagian pemantauan pekerjaan.

Kekurangan Pengembangan Software offshore:

  1. Budaya
    Di mana pun, budaya kerja dalam tim memiliki diferensiasi masing-masing. Budaya dalam pekerjaan ini berhubungan dengan kebiasaan, gaya komunikasi, apa saja substitusi pekerjaan yang diterima apabila terjadi kegagalan, dan banyak lainnya.
  2. Komunikasi
    Di perusahaan yang menggunakan jasa offshore lintas negara, komunikasi bisa berjalan cukup kompleks. Meskipun pekerja bisa berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris, bukan berarti semuanya akan berjalan lancar-lancar saja. Pasti tetap ada hambatan komunikasi yang terjadi, misalnya tidak mengerti beberapa istilah khusus maupun terjadi salah paham.
  3. Kemampuan tim yang belum pasti 
    Perlu diingat bahwa offshore bisa disebut sebagai tim instan. Tim yang bisa dibentuk karena kebutuhan tertentu. Bisa saja di CV pekerja mencantumkan daftar keahlian yang luar biasa. Namun sangat mungkin keahlian praktikalnya masih minim.
  4. Alur kerja 24 jam
    Seperti yang sudah disebut sebelumnya, kerja 24 jam bisa menjadi pisau bermata dua. Apabila offshore dilakukan lintas negara dengan perbedaan waktu yang signifikan, kolaborasi yang interaktif akan sangat terbatas waktu.
  5. Biaya
    Di bagian kelebihan, biaya juga masuk ke poin utama. Tetapi, di lain hal, bisa saja muncul biaya-biaya tidak terduga. Misalnya pekerjaan tidak selesai sesuai dengan target waktu. Tentu hal ini akan memiliki dampak langsung pada pengeluaran yang harus disokong oleh perusahaan perekrut.

Itulah kelebihan dan kekurangan dari offshore software development. Berbagai metode untuk melancarkan produktivitas memang tidak bisa selalu sempurna. Namun dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing perusahaan bisa menentukan pilihan yang paling tepat dan pas sesuai kebutuhan. Jasa profesional konsultan IT juga bisa dimanfaatkan untuk turut mengambil keputusan jika dirasa perlu. Jadi apakah Anda sudah punya metode yang efektif untuk pengembangan software di perusahaan?

Leave a comment