Mengulas: Taksi berbasis aplikasi atau aplikasi berbasis taksi?

Mengulas: Taksi berbasis aplikasi atau aplikasi berbasis taksi?

Blog.Gamatechno.com – Berapa kali Anda menggunakan taksi untuk mempermudah mobilitas pekerjaan? Di masa kini tema taksi rasanya sudah bergeser dari yang kita kenal sebelum-sebelumnya. Kalau menilik PP Nomor 41 tahun 1993 pasal 1 butir (9), disitu tertulis bahwa taksi adalah “jenis mobil penumpang yang diberi tanda khusus dan dilengkapi dengan argometer”.

Mari kita bedah satu per satu elemen pengertian tersebut dikaitkan dengan kondisi sekarang. Pertama adalah tentang “tanda khusus”. Untuk taksi konvensional, calon penumpang atau bahkan masyarakat umum memang bisa dengan mudah membedakannya. Biasanya warnanya khusus, platnya berbeda warna dengan plat kendaraan pribadi (kuning), hingga ada tulisan TAXI yang mencolok. Sedangkan, taksi online yang ada kebanyakan tidak memiliki aspek ini.

Berikutnya adalah “dilengkapi dengan argometer”. Dulu, argo merupakan mesin tersendiri yang terpasang di setiap taksi. Namun sekarang, rasanya alat ini sudah ditinggalkan dan diganti dengan teknologi baru yang terintegrasi dengan GPS.

Sebagai pengingat, awal 2016 silam heboh oleh konflik antara transportasi konvensional yang menyalahkan keberadaan transportasi berbasis aplikasi smartphone. Konflik yang terjadi pun tidak hanya berupa perang argumen. Namun, sampai terjadi demonstrasi yang dilakukan oleh para pengemudi taksi Blue Bird—dan berujung kerusuhan. Pasalnya, sejak kemunculan transportasi berbasis aplikasi, pendapatan mereka dikatakan menurun.

Sebagian masyarakat mungkin lupa bahwa keberadaan transportasi model baru seperti Call Jack, Go-Jek, Uber, dan semacamnya adalah wajar. Hal ini terutama didorong oleh semakin majunya teknologi karena kehadiran internet. Internet saat ini tidak lagi terbatas pada akses di komputer, namun sudah sangat dekat misalnya lewat ponsel, tablet, hingga smartphone. Ketika kondisinya sudah seperti ini, tidak ada cara lain selain harus siap menghadapi perubahan. Entah itu dengan cara membuat start-up terkait, menggandeng developer, maupun memberdayakan pengembang internal untuk mempermudah akses transportasi oleh pelanggan dengan cara pembuatan aplikasi mobile.

Taksi berbasis aplikasi vs aplikasi berbasis taksi

Dengan kemajuan yang seperti itu, kemudian muncul dua istilah baru: taksi berbasis aplikasi atau aplikasi berbasis taksi? Perbedaannya adalah, taksi berbasis aplikasi berarti cikal bakalnya adalah aplikasi, seperti Uber, Go Car, Grab, dan sebagainya. Sedangkan aplikasi berbasis taksi artinya perusahaan taksinya sudah ada (taksi konvensional), lalu hadir aplikasi yang lebih memudahkan.

Secara penggunaan aplikasi, sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda. User interface-nya pun mirip-mirip. Pengguna tinggal mengunduh aplikasi masing-masing, lalu taksi akan datang ke lokasi berdasarkan GPS ketika pengguna melakukan pemesanan.

Yang cukup membedakan adalah masalah legal alias perizinannya. Uber dan Grab Car sempat memperoleh cap illegal karena dianggal melanggar UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Darat di mana kendaraan angkutan penumpang tanpa trayek hanya untuk taksi dan mobil sewaan. Sedangkan aplikasi-aplikasi jenis tersebut menggunakan mobil pribadi sebagai kendaraan angkutan penumpang. Meski permasalahannya sudah diselesaikan dengan mematuhi syarat-syarat yang ditetapkan, masih saja muncul penolakan dari beberapa kalangan. Bahkan di tempat-tempat umum seperti stasiun dan bandara, taksi berbasis aplikasi sampai hari ini masih mendapat penolakan keras.

Sementara secara legal, aplikasi berbasis taksi sebelumnya digawangi oleh perusahaan taksi konvensional. Kendaraan sudah terdaftar sebagai taksi, perizinan sudah memenuhi peraturan UU, serta pengalaman sebagai taksi konvensional sudah cukup menjadi bekal. Dengan kondisi tersebut, tentu pengguna taksi bisa menentukan pilihan terbaik dan paling tepat untuk digunakan.

Anda pengelola taxi konvensional yang ingin bersaing dengan taxi online?

Contohnya adalah aplikasi Naxi yang dirilis oleh Gamatechno. Naxi bekerja sama dengan armada taksi yang ada di Yogyakarta. Di mana semua taksi yang bekerjasama sudah memiliki pengalaman lebih dari delapan tahun dan memiliki standar keamanan serta kenyamanan yang baik.

Jadi, sudah memutuskan mau coba taksi yang mana untuk perjalanan hari ini?

Yang Menarik Lainnya
Leave a comment