Ini Upaya Pemerintah Aceh Sosialisasikan Budaya Tanggap Bencana

Ini Upaya Pemerintah Aceh Sosialisasikan Budaya Tanggap Bencana

Blog.Gamatechno.com – 26 Desember 2004. Masih tertanam jelas di ingatan, betapa hebatnya bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh dan daerah sekitarnya. Jutaan jiwa menjadi korban, ribuan bangunan hancur, infrastruktur kota lumpuh terseret ombak. Berduyun-duyun relawan datang ke kota. Bersama dengan warga yang selamat, relawan, dan juga BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Aceh bersama-sama mengevakuasi korban, melakukan penyelamatan, serta menyalurkan bantuan.

Entah bagaimana jadinya jika tidak ada orang-orang baik yang rela mengulurkan tangan saat itu . Terlebih bagi yang tidak mengerti apa-apa tentang pengetahuan bencana maupun penanggulanannya. Dalam pikiran tak hentinya bertanya-tanya. Mengapa bencana ini datang?. Apa yang harus dilakukan?. Bagaimana jika bencana itu datang lagi?

Sejak bencana yang menimpa Aceh, masyarakat kini mulai memiliki kesadaran terhadap bencana. Makin banyak yang mencari tahu mengenai potensi bencana di daerahnya. Orang-orang mulai mempelajari apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi datangnya bencana, hingga cara evakuasi diri. Hal ini tentunya bertujuan agar peristiwa di masa lampau tidak lagi terulang. Bencana memang tidak dapat dihindari, tapi  dampak kerugian dapat diminimalisir, terutama yang berhubungan dengan korban jiwa.

Pemerintah Aceh Fokus Sosialisasikan Budaya Tanggap Bencana

Aceh merupakan daerah yang masuk zona merah rawan bencana. Potensi bencana alam termasuk tinggi, terutama bencana gempa bumi. Hal tersebut dikarenakan Aceh berada dekat dengan pertemuan lempeng benua, sehingga sangat memungkinkan menerima dampak ketika terjadi pergerakan atau pergeseran. Tercatat sejak peristiwa tsunami serta gempa bumi tahun 2014, Aceh masih sempat mengalami beberapa bencana gema palin.

Hal ini jadi perhatian penuh Pemerintah Aceh. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), pemerintah membuat bermacam program untuk budayakan sikap tanggap bencana pada masyarkaat. Upaya yang dilakukan BPBA diantaranya adalah memanfaatkan teknologi untuk memudahkan dan mempercepat rangkaian upaya penyelamatan dan penanggulangan bencana.

Salah satu teknologi yang digunakan oleh BPBA adalah aplikasi Cared. CARED adalah aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna mengirimkan informasi keselamatan dan bencana di sekitarnya kepada kontak terdekat. Data ini bisa langsung dipantau oleh BPBA sehingga laporan bisa didapatkan secara realtime.

Simulasikan Penggunaan CARED di Aceh, Gamatechno Ajak Publik untuk Tanggap Bencana

Baca juga:  Rahasia Di Balik Fenomena Jasa Ojek Online yang Menjamur

Tingkatkan sikap tanggap bencana dengan Aplikasi Cared

Aplikasi hadir dengan beragam fitur untuk bantu tumbuhkan budaya tanggap bencana di Aceh. Berikut fitur yang tersedia di aplikasi Cared:

1. Fitur Safety Confirmation

Fitur ini berfungsi untuk memberikan konfirmasi mengenai keadaan kita pada waktu sekarang. Terdapat 2 pilihan yang tersedia, yaitu: “I am Safe” atau “I am not safe”. Kita bisa memilih salah satu sesuai kondisi kita lalu mengirimkannya ke daftar email orang-orang terdekat yang telah kita buat sebelumnya.

Fitur ini akan sangat membantu pasca terjadinya bencana. Kita bisa mengabarkan keadaan kita pada keluarga, teman, maupun orang terdekat agar mereka tahu apakah kita selamat. Ada pula pilihan untuk mengirimkan pesan pribadi yang memudahkan orang lain mengetahui rincian kondisi kita, bahkan memungkinkan membantu proses evakuasi.

2. Fitur Disaster Report

Fitur ini berfungsi untuk membantu kita melaporkan status dan kondisi area yang terdampak bencana. Misalnya jika di Aceh terjadi tsunami, maka kita bisa memilih tombol “tsunami”, level resikonya (rendah, sedang, atau tinggi) tergantung seberapa besar dampak dari bencana-nya, setelah itu mengirimkan foto kejadian, serta menambahkan deskripsi lalu mengirimkan laporannya langsung ke institusi yang telah didaftarkan. Contoh di akun pribadi, laporan akan dikirim langsung ke BPBA Aceh.

3. Fitur Safety Guidance

Fitur ini menyajikan informasi seputar bermacam-macam bencana, meliputi: definisi bencana tersebut, tanda-tanda terjadinya, serta tindakan yang perlu kita lakukan saat terjadi bencana. Informasi bencana yang tersedia di aplikasi ini yaitu bencana secara umum, erupsi gunung berapi, gempa bumi, tsunami, gangguan transportasi umum, banjir, flu burung, tornado, tanah longsor, badai, dan keracunan. Sehingga melalui fitur Safety Guidance kita bisa belajar cara-cara agar tanggap bencana.

Menariknya, fitur Safety Guidance ini dapat ditampilkan dalam berbagai bahasa. Selain bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, ada juga pilihan bahasa lain seperti bahasa Jawa, China, Perancis, Jerman, Korea, Portugis, Spanyol, Tagalog, Thailand, dan Vietnam.

4. Fitur News Update

Di fitur ini, kita bisa membaca informasi terbaru seputar bencana yang terjadi, baik di sekitar kita maupun di daerah lain.

5. Fitur Panic Button

Seperti namanya, yaitu panic button atau tombol panik, di fitur ini terdapat tombol yang dapat merekam suara kita selama 10 detik. Panic button ini tidak berfungsi untuk meminta bantuan, namun untuk menginformasikan tentang situasi darurat yang dialami dan menyediakan informasi pada pihak terkait untuk mengambil keputusan terkait mekanisme bantuan. Hasil rekaman suara kita dapat dikirim ke daftar email orang-orang terdekat kita yang telah kita buat sebelumnya.

Aplikasi Cared ini mudah digunakan dan fitur-fiturnya sangat membantu. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, ataupun orang-orang yang sebelumnya belum memiliki bekal pengetahuan yang cukup tentang bencana.

Kemudahan Install dan Pelaporan Bencana

BPBA secara rutin mensosialisasikan aplikasi Cared kepada masyarakat Aceh. Aplikasi ini telah tersedia di Google Play Store dan mudah untuk diinstall. Cukup cari dengan kata kunci Cared atau System Cared, maka muncul pilihan untuk memasang/menginstall aplikasi ini.

Saat aplikasi Cared terpasang, bagi yang belum memiliki akun bisa mendaftar dahulu melalui menu Register. Bagi yang sudah memiliki akun, bisa login dengan akun Cared atau melalui facebook.

Di menu Register, pengguna akan diminta untuk mengisi beberapa data diri. Isian data dirinya tidak jauh berbeda dari aplikasi lain, yang membedakan yaitu adanya kolom isian golongan darah.

Setelah mengisi data, klik tombol Register, lalu akan muncul kolom “Verification Code” untuk memasukkan kode verifikasi. Kode verifikasi ini dikirim di email yang digunakan saat mendaftar. Cek email dan periksa apakah ada inbox berisi kode aktivasi dari aplikasi Cared ini. Setelah itu, memasukkan kode aktivasi di kolom “Verification Code”, klik Send. Akan muncul keterangan “Registration Successfully” yang menandakan akun telah berhasil terdaftar.

Belum selesai sampai di situ, pengguna diminta untuk mengisi pertanyaan dasar seputar pengetahuan terhadap bencana, lalu klik tombol untuk melanjutkan.  Setelah itu, kini pengguna bisa menggunakan beragam fitur-fitur di aplikasi Cared.

 

Aplikasi mCity Gamatechno

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*